WELCOME TO MY BLOG ; VICTOR DANY YANENGGA"

Sabtu, 14 Februari 2015

Buchtar Tabuni: saya sedang dikejar oleh polisi dan pasukan militer Indonesia di Papua Barat dan melobi untuk MSG

Buchtar Tabuni: saya sedang dikejar oleh polisi dan pasukan militer Indonesia di Papua Barat dan melobi untuk MSG Buchtar Tabuni adalah Ketua dari Nasional Parlemen dari West Papua (PNWP), di sela-sela kunjungan ke MSG di Vanuatu lobbinya menceritakannya pengalamannya yang berjuang untuk hak untuk menentukan nasib sendiri rakyat Papua Barat.
Pada 15 Oktober 2008, saya memimpin demonstrasi damai secara bersamaan di Papua Barat untuk sukses peluncuran Parlementarians internasional untuk Papua Barat (IPWP) di London.
Sebagai hasil dari rally saya ditangkap oleh polisi di Papua Barat dan dikirim ke penjara selama 4 tahun.
Pada tahun 2009 saya dipercaya oleh teman aktivis sebagai Ketua dari West Papua Nasional Komite (KNPB), yang dinyatakan pada 2009.
Sementara aku berada di para penjarah tapi aku sebagai tindakan bertanggung jawab dilakukan secara bersamaan KNPB perdamaian di sejumlah daerah di Papua Barat di 2009 sampai 2012.
KNPB memfasilitasi pembentukan Parlemen Regional 23 di Papua Barat sebagai wadah politik Barat Papua perjuangan untuk kebebasan di wilayah tersebut.
Pada 5 April 2012 Konferensi Parlemen Regional diadakan di Jayapura untuk menyatakan pendirian dari Nasional Parlemen dari West Papua (PNWP) forum politik nasional 23 Parlemen Regional.
Saya dipercayakan oleh rakyat 23 daerah parlemen sebagai PNWP Ketua dan dibantu oleh tujuh Wakil Ketua.
Dengan pembentukan PNWP ini, kemudian serta bertanggung jawab perjuangan politik di Papua Barat.
Setelah beberapa bulan, saya memimpin PNWP sepanjang KNPB Lanjutkan demonstrasi damai untuk meminta penentuan nasib sendiri rakyat Papua Barat.
Saya ditangkap dan penjara selama 1 tahun lebih atas tuduhan palsu pada beberapa peristiwa di Papua Barat.
Pertengahan tahun 2013 setelah keluar dari penjara, Lanjutkan demonstrasi damai kami di Papua Barat tingkat dan menjelang akhir 2013 saya masuk daftar pencarian oleh polisi dan militer.
Itu telah menjadi tradisi bagi polisi dan militer untuk orang-orang Papua Barat, jika disertakan dalam pencarian daftar berarti bahwa orang-orang ini sedang diburu untuk menembak dan kemudian direkayasa kematiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar